Okupansi Hotel di Banyumas Turun Jelang Lebaran, PHRI Usulkan Solusi

Keterangan Gambar : Grand Karlita Hotel foto: booking.com
ihgma.com, Purwokerto - Momen lebaran yang identik dengan melonjaknya okupansi hotel di seluruh Indonesia, kini mulai terasa sedikit berbeda. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Banyumas, Irianto, menyatakan tren tersebut menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Irianto mengatakan bahwa hotel maupun restoran lokal memang mengalami puncak kunjungannya dalam setahun. Namun, tingkat keramaiannya tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.
“Namun di saat sekarang ini trennya menurun, gitu,” ujar Irianto seperti dikutip dari RRI pada Rabu (19/3/2025).
ihgma.com, Purwokerto - Menurutnya, ada beberapa faktor yang memicu menurunnya tingkat okupansi hotel. Salah satunya adalah bertambahnya jumlah serta jenis penginapan di Banyumas yang membuat wisatawan memiliki lebih banyak pilihan akomodasi.
Selain itu, semakin banyaknya jalan tol yang tersebar juga membuat kemacetan yang dulunya sering terjadi kini sangat berkurang. “Karena dengan adanya kemacetan tersebut, orang mau bermalam, kemudian juga berwisata dan makan di Banyumas,” kata Irianto, menjelaskan.
“Sebelum adanya jalan tol, itu kemacetan itu sebagai sumber keberkahan bagi hotel,”.
Menyikapi situasi tersebut, PHRI semakin gencar dalam berupaya membantu hotel di Banyumas agar tetap eksis. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain meningkatkan fasilitas, mengadakan berbagai acara di hotel, serta menggiatkan promosi.
Disisi lain, Irianto berharap pemerintah daerah dapat lebih aktif lagi dalam mendukung sektor perhotelan di Banyumas. Diantaranya adalah meninjau ulang rekonstruksi anggaran dan meningkatkan intensitas penyelenggaraan acara berskala nasional di hotel-hotel lokal.
“Sehingga banyaknya tamu kunjungan, wisatawan yang di Banyumas selain hal tersebut juga tentunya keluarga juga ikut datang bermalam wisata dan makan di Banyumas seperti itu,” ujar Irianto.



